tv online

Selasa, 11 Desember 2012

PENDIDIKAN BERBASIR TAMANSISWA


PENDIDIKAN BERBASIS TAMANSISWA


A.     PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting dalam perkembangan anak didik yang diharapkan menjadi manusia Indonesia seutuhnnya sesuaidengan tujuan pendidikan Indonesia yang nantinya akan menentukan pembangunan bangsa ini. Namun untuk  membangun Indonesia tidak hanya dibutuhkan kecerdasan intelektual saja tetapi juga dibutuhkan keseimbangan semua aspek. Salah satu sistem pendidikan yang menyeimbangkan semua aspek adalah dengan mengintegrasikan ajaran Ki Hajar Dewantara ke dalam proses belajar mengajar.
Konsep pendidikan Taman Siswa yang secara operasional dimulai pada tanggal 3 Juli 1922 lebih bersifat positif, nasional, pedagogis, serta kultural. Tujuan awal dari lembaga pendidikan ini adalah jelas membawa bangsa Indonesia mencapai tujuan politik, yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Asas pendidikan Tamansiswa ditekankan pada kodrat alam yang berarti bahwa hak anak akan kebebasannya dinyatakan tidak tanpa batas, termasuk batas lingkungan kebudayaan.  Pertumbuhan anak didik menurut kodratnya berarti bertumbuh dan berkembang menurut bakat dan pembawaannya.
Tamansiswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Tamansiswa, pendidikan bukanlah tujuan, tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka secara lahir artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dan sebagainya. Sedangkan merdeka secara batin adalah mampu mengendalikan keadaan.
Bagaimanakah Tamansiswa mewarnai ranah pendidikan di Indonesia dan bagaimanakah sistem pendidikanTamansiswa serta pelaksanaannya ?

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian.
Taman siswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Tamansiswa,   pendidikan bukanlah tujuan, tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan,  yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka secara lahir artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dan sebagainya. Sedangkan merdeka secara batin adalah mampu mengendalikan keadaan.
Pendidikan yang dimaksud adalah usaha kebudayaan yang bermaksud memberi bimbingan dalam hidup tumbuhnya jiwa raga anak didik, agar dalam garis kodrat pribadinya dan pengaruh-pengaruh lingkungannya mendapat kemajuan lahir dan batin. Pendidikan berlangsung dalam tiga lingkungan (Tri PusatPendidikan), yaitu :
·        Lingkungan Keluarga      :      terutama mengenai pendidikan budi pekerti, keagamaan.
·                                                                                                        Lingkungan Sekolah    :    terutama mengenai ilmu pengetahuan dan kecerdasan, dan   pengembangan budi pekerti secara formal.
·                                                                                                        Lingkungan Masyarakat:  terutama mengenai pengembangan ketrampilan, latihan  kecakapan, dan pengembangan bakat secara non formal.

2.      Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan menurut Tamansiswa adalah membangun anak didik menjadi manusia merdeka lahir batin, luhur akal budinya serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa dan manusia pada umumnya.

3.      Sistem Pendidikan
Pendidikan Tamansiswa dilaksanakan menurut sistem “Among” yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan asas kodrat alam dan kemerdekaan. Berdasarkan cara berlakunya disebut “Tut Wuri Handayani”.
Menurut sistem tersebut, setiap pamong sebagai pemimpin dalam proses pendidikan melaksanakan konsep :
·        Ingngarsa sung tulada (di depan memberi teladan) : Artinya bahwa sebagai pemimpin seyogyanya mampu memberi contoh yang baik sebagai teladan.
·        Ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk  berprakarsa): Artinya bahwa pemimpin itu adalah middle manager. Berupaya membangun kreatifitas pengembangan diri dalam  setiap kesempatan. Artinya apabila mau berfikir dan bertindak harus konsisten.
·        Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan):  Artinya bahwa sebagai pemimpin memberi kebebasan dan mengikuti serta mementingkan kodrat pribadi anak didik dengan tidak melupakan pengaruh-pengaruh yang melingkunginya.
Dalam sistem “Among” bahwa guru adalah “pamong”. Sesuai dengan semboyan“Tut Wuri Handayani” di atas, maka pamong atau guru di sini lebih cenderung menjadi navigator peserta didik yang diberi kesempatan untuk berjalan sendiri, dan tidak terus menerus dicampuri, diperintah atau dipaksa.
Meskipun ketiga ajaran ini ditemukan untuk keperluan mendidik, sehingga saat ini digunakan sebagai semboyan pendidikan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Namun kiranya cukup actual untuk diterapkan dalam sebuah leadership atau kepemimpinan. Kepemimpinan adalah perpaduan yang unik antara pemimpin, sahabat, dan guru. Untuk menegakkan kepercayaan, pemimpin harus mampu menunjukan bahwa ia mempunyai kelebihan dibanding yang lain. Pemimpin harus berdiri di depan atau berada di tempat teratas untuk memberi instruksi kepada bawahannya. Namun, pemimpin yang berada di depan terlalu jauh dan terlalu lama akan membosankan bagi pengikutnya. Jadi, pemimpin harus di depan tetapi tidak terlalu jauh. Pemimpin ternyata tidak cukup harus di depan. Management modern mengajarkan kita untuk membangun tim kerja yang memberdayakan tim kerja.
4.      Pancadarma
Pendidikan Tamansiswa berciri khas Pancadarma, yaitu:
·        Kodrat Alam (memperhatikan alam)
·        Kemerdekaan (memperhatikan potensi dan minat masing-masing individu dan kelompok)
·        Kebudayaan (menerapkan teori Trikon)
·        Kebangsaan (berorientasi pada keutuhan bangsa dengan berbagai ragam suku)
·        Kemanusiaan (menjunjung harkat dan martabat setiap orang).

C.     PENUTUP
Dengan penerapan ajaran Ki Hajar Dewantara dengan cara diintegrasikan dalam proses belajar mengajar diharapkan dapat menaikkan hasil belajar siswa ke level yang lebih tinggi atau istimewa. Alangkah indahnya jika Tamansiswa sebagai pewaris kekuatan kultural
yang besar dalam pendidikan dapat  menunjukkan peta perjalanan yang dapat ditempuh bersama untuk  mengantar generasi muda kesuatu kehidupan yang lebih santun, lebihcerdas, dan
lebih manusiawi daripada apa yang kita jalani bersama kini.









D.    DAFTAR  PUSTAKA
Dimas m. admin, 10 Oktober 2010,Semboyan Tut Wuri Handayani,
Faqod, 14 Juni 2011, Pendidikan Tamansiswa,
24 Juni 2011
Hamdani, 2010, Pengaruh Ajaran Tamansiswa Terhadap hasil belajar Siswa SMA,
24Juni 2011
Ical, 25 Februari 2010,Tut-Wuri-Handayani Yang Terlupakan,
24 Juni 2011
Ki Supriyoki, 2006, Karya Ilmiah Dosen,

Muchroji M.Ahmad, 03 Mei 2010, Kembali Pada Ajaran  Ki  Hajar Dewantara,
24 Juni 2011
Nasional Pelita, 07 Juni 2010, Tamansiswa Damandiri Melaksanakan Ajaran Ki  Hajar
Dewantara, http://bataviase.co.id/node/240982.24 Juni 2011
Prof. Dr. Ki Supriyoko, 30 Juli 2007, Konsep-Konsep Tamansiswa
Sucipto, 06 Januari 2010, Aliran-Aliran Pendidikan
Surya Dharma, 4 Mei 2010, Asas-Asas Tamansiswa, http://sites.google.com/site/tamanbahasa/.
24Juni 2011
Teddy Bear, 17 November2007, http://ts-mylove.blogspot.com/.24 Juni 2011
Wikiquote, 16 Februari 2011, http://id.wikiquote.org/wiki/ki_hadjar_dewantara. 24 Juni 2011
Wokbot, 26 Oktober 2009, http://motipasti.wordpress.com/tag/tamansiswa/. 24 Juni 2011



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar